Memasuki tahun keduanya bersekolah di Eitoku Gakuen, Makino Tsukushi harus menahan diri terhadap sejumlah kejadian di lingkungan sekitarnya mulai dari gaya hidup para siswa-siswi yang begitu mewah hingga yang paling menyebalkan : memo merah, sebuah tanda yang paling ditakuti para penghuni sekolah.Pasalnya, memo merah berarti tanda dari grup penguasa sekolah Flower Four alias F4 (dipimpin oleh Doumyoji Tsukasa, Hanazawa Rui, Sojiro Nishikado dan Akira Mimasaka) bahwa murid tersebut tidak diinginkan lagi di sekolah dan harus siap-siap mendapat perlakuan memalukan. Berulang kali menyaksikan sendiri kasus ‘kekerasan’ yang dilakukan F4, Makino hanya bisa menahan kegeraman sambil membatin kalau ia hanya perlu menunggu sebentar lagi sebelum lulus dari sekolah. Satu-satunya yang tahu sisi lain dari Makino yang tidak tahan melihat ketidakadilan adalah sahabat baiknya sejak kecil.
Satu-satunya yang mampu membuat Tsukushi menahan diri adalah kedua orang tuanya yang bekerja begitu keras supaya ia bisa bersekolah di Eitoku Gakuen yang begitu prestisius, dalam hatinya ia bertekad untuk tidak mengecewakan mereka.
Namun kesabaran yang lama dipendam Tsukushi akhirnya habis juga saat siswi baru sekolah Sakurako secara tidak sengaja menabrak Doumyoji, yang langsung marah besar. Karena berusaha membela, ia akhirnya mendapatkan memo merah sekaligus yang pertama bagi murid wanita.
Sejak kejadian itu, Tsukushi berulang kali mendapat perlakuan tidak mengenakkan, bahkan Sakurako sekalipun yang telah dibela berpura-pura tidak mengenalnya. Seperti biasa, gadis itu melampiaskan kekesalannya di tangga darurat namun apesnya, semua makiannya terdengar oleh Rui yang ternyata berada disana.
Ketenangan Tsukushi membuat Doumyoji marah besar, dan memerintahkan anak buahnya untuk menekan gadis itu. Keesokan harinya saat membuka loker, Tsukushi menjerit ngeri saat tahu banyak ular didalamnya, disusul oleh kejadian saat dirinya nyaris dikerjai sejumlah siswa. Beruntung, Rui yang kebetulan berada disana mampu mengusir mereka dengan gayanya yang dingin.
Kesabaran Tsukushi akhirnya habis saat Doumyoji menghancurkan bekal yang dibuatkan kedua orang tuanya dengan susah-payah. Setelah mengambil ancang-ancang, gadis itu langsung menghajar Doumyoji, yang langsung teringat sesuatu, hingga tersungkur. Dengan suara tinggi, Tsukushi menyatakan perang terhadap kesewenang-wenangan F4





